5M: Menghargai Air, Menghargai Kehidupan

 



“Aku kehausan nih”

“Tubuhku kekurangan air”

 Sebagian besar dari kita pernah mendengar atau mengucapkan kalimat itu. Hal itu, karena komponen utama dari tubuh manusia adalah air. Air dalam tubuh manusia berkisar 50% sampai 60% dari total berat tubuh manusia. Sehingga air  menjadi kebutuhan penting bagi tubuh manusia.

Dengan tubuh yang kekurangan air, akan berakibat buruk bagi kesehatan, seperti masalah ginjal, konstipasi, dan sebagainya. Sehingga, secara tidak langsung kehidupan manusia yang layak sangat bergantung dengan ketersediaan air bersih. Oleh karena itu, ketahanan pangan serta energi di masa depan akan bergantung dengan seberapa banyak ketersediaan air.

Sekarang ini telah terdapat beberapa negara yang mengalami krisis air bersih, seperti Libya, Djibouti, Yaman, dan Yordania. Lalu, bagaimana dengan negara Indonesia? Apakah mungkin akan mengalami kekurangan air seperti beberapa darah yang telah mengalami krisis air bersih?

 Yang perlu diketahui, bahwa dari komposisi bumi hanya sebanyak 3% air tawar yang dapat dikonsumsi secara langsung dan 97% merupakan air asin.

Lalu, bagaimana dengan keadaan air bersih yang ada di Indonesia? Cadangan air bersih di Indonesia berada pada peringkat ketujuh di dunia. Akan tetapi, cadangan air yang ada, sebesar 70% terfokus di Pulau Kalimantan serta Pulau Maluku-Papua. Tetapi, di Pulau Jawa serta Pulau Sumatera mengalami defisit air, ketersediaan air tidak dapat mencukupi untuk keperluan penduduk.

Apakah Indonesia akan mengalami krisis air bersih? Di Indonesia dapat saja terjadi apabila pengelolaan air bersih belum dapat maksimal, serta kurangnya kesadaran penduduk.

 Ketika pertumbuhan penduduk terus meningkat tentunya jumlah kebutuhan air juga meningkat, akan tetapi akan menjadi masalah apabila jumlah ketersediaan air terus menurun.

Jumlah ketersediaan air disuatu daerah tidak lantas dapat menjamin kualitas hidup. Bagaimana dengan kualitas air bersih yang tersedia, hal ini yang dipengaruhi kesadaraan penduduk untuk menjamin ketersediaan serta kualitas air bersih.

Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa manusia membutuhkan air karena air juga bagian besar dari tubuh manusia, tetapi tidak semua air dapat konsumsi dan dipergunakan. Dengan adanya air bersih belum tentu juga terbebas dari krisis air, karena perlu dilihat juga seberapa banyak air yang tersedia yang dapat digunakan dibanding jumlah penduduknya.

Apa yang perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan serta kualitas air? Salah satunya dengan melakukan langkah 5M, diharapkan dapat menjaga ketersediaan serta kualitas air bersih.

Pertama, Menjaga daerah resapan air. Dengan tidak menutup semua tanah dengan semen, aspal, atau bangunan dapat menjadi tempat filterisasi alami air.

Kedua. Menggunakan air seperlunya. Mematikan keran dengan rapat setelah digunakan, supaya air tidak terbuang sia-sia.

Ketiga. Menggunakan air habis pakai. Air yang digunakan untuk mencuci, digunakan kembali untuk menyiram tanaman.

Keempat. Membuang sampah pada tempatnya. Sehingga air tidak tercemar supaya mempunyai kualitas yang baik dan dapat dipergunakan.

Kelima. Melakukan filteriasi limbah. Menghilangkan kandungan limbah dalam air sehingga tidak mengurangi kualitas air di lingkungan.

Diharapkan dengan menjalankan 5M, dapat menjadi sebuah usaha untuk menjaga ketersediaan dan kualitas air sehingga dapat bermanfaat dikehidupan dimasa depan.

 

 #HariAirDuniaXXIX2021

#MengelolaAirUntukNegeri

#SigapMembangunNegeri

 

 Daftar Pustaka







1 Response to "5M: Menghargai Air, Menghargai Kehidupan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Feed 1

Feed 2