Z02PfDpnx2HkCEY1vO3bQ7NbKomaBV7tYzdpNk5s

Contributors

Update

Menulis Esai menurut Bayujati Prakoso

Pada postingan ini akan memberikan materi yang telah disampaikan oleh Bapak Bayujati Prakoso S.I.Kom dalam diskusi mengenai menulis esai yang diselenggarakan oleh Kutipan.id melalui grub WhatsApp, saya sendiri telah meminta izin langsung kepada beliau.
Dalam tulisan ini, saya hanya mengambil kalimat yang fokus terhadap esai itu sendiri, tanpa mengubah sedikitpun kata yang telah disampaikan, saya hanya melengkapi tulisan yang disingkat supaya pembaca dapat lebih jelas dalam mempelajarinya. Selamat membaca dan belajar.

Pendahuluan

Menulis adalah keharusan bagi setiap insan, apalagi seorang mahasiswa yang berkecimpung dalam dunia akademik. Selain itu, menulis dimulai dengan membaca, yang mana manfaat dari menulis adalah:
1. Menambah khazanah pemahaman, wawasan kita mengenai apapun
2. Meningkatkan kemampuan dan kualitas diri kita
3. Berprestasi dalam bidang kepenulisan (mengikuti lomba menulis, dan sebagainya)
4. Dapat jejaring teman dimanapun berada
5. Buku yang begitu penting sebagai inventasi masa depan, karena menulis tidak akan terlepas dari buku
6. Ketika menulis juga dpt berpenghasilan.

Sebelum berangkat ke esai agaknya kita pahami bahwa ada yang namanya karya tulis, karya tulis adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar dan kebenarannya dapat dibuktikan. Itu adalah karya tulis ilmiah, dia ada metodologinya, ada teori, bentuknya ada paper (seperti tugas-tugas mahasiswa), skripsi, tesis, disertasi, jurnal ilmiah, dan sebagainya. Kepenulisannya juga baku, dan harus mengikuti rules kerangka penulisan ilmiah.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

1. Menyajikan fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan
2. Disajikan dengan bahasa Baku
3. Ditulis secara Jujur dan Akurat
4. Disusun secara sistematis, konseptual, dan prosedural
5. Penyimpulan karya ilmiah dilakukan berdasarkan fakta-fakta

Perbedaan Esai dan Opini

Lalu, apa bedanya dengan esai adalah tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu. Jadi, esai adalah opini tentang apapun/suatu hal yang terjadi. Setiap orang sangat mungkin mempunyai opini yang berbeda-beda terhadap satu kondisi/masalah yang sama. Maka, diartikan bahwa pengarang mengemukakan pendiriannya, pikirannya, sikapnya terhadap suatu hal-hal/persoalan yang disajikan. 

Ciri-Ciri Esai

1. Berbentuk prosa; karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi). Sekali lagi karena ini adalah subjektif, artinya bebas dan tidak baku sebagaimana penulisan karya tulis ilmiah, namun jika ingin menambahkan data dari para pakar/tokoh, atau data-data itu juga boleh, tapi tidak banyak.
2. Memiliki gaya pembeda. Punya ciri/gaya khas tulisan. Sekali lagi, karena esai menyesuaikan pikiran sipengarang alias penulis, Jadi, pasti ada khas tulisan yang berbeda antara penulis esai yang satu dan yang lainnya.
3. Memiliki ciri pribadi. Pengungkapan penulis tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca
4. Memenuhi keutuhan kriteria penulisan. Memenuhi syarat penulisan yakni mulai dari pendahuluan, isi, penutup. Nah ini kriteria atau struktur penulisan Esai, yakni pembuka, isi, penutup. Simple bukan?Coba lakukan. Namun, sebelum itu temean-teman dapat melihat tulisan Esai di internet atau media online banyak, silakan untuk mengenal lebih dekat bagaimana esai dibangun dan dibuat oleh penulis, disitu juga akan terlihat nantinya ada ciri khas pembeda antara satu penulis dengan yangg lainnya.

Perbedaan Opini, Esai, Artikel 

Opini biasanya tulisan opini itu lugas, dan isinya pun masalah aktual/masalah yang sedang hangat dibicarakan. Biasanya tulisan diawali dengan peristiwa yang sedang hangat. Opini juga sifatnya reaktif (pembahasan tidak begitu menyeluruh, alias membahas hal yang sedang terjadi tersebut). Jadi, hal hal yang aktual (kebaharuan) saja, teman-teman bsa liat di majalah-majalah, atau media online juga banyak.

Sedangkan, Esai karakternya bersifat mengajak pembaca untuk merenung/reflektif-analitis. Tulisannya pun tidak mesti sebuah respons atas peristiwa/permasalahan yang aktual, kadang bisa membahas sejarah, tokoh, sastra, dll. Ciri khas dan karakternya yang berbeda. Jadi, tidak harus yang aktual kalau Esai, karena tulisannya menyesuaikan penulis, penulis berhak membawa tulisannya kemana saja, bisa membahas ke sejarah, tokoh, sastra, respons kejadian yang sudah lewat terjadi, dan lain-lain.

Berbeda juga dengan artikel. Artikel adalah cara menganalisisnya menggunakan teori-teori ilmiah dan disiplin ilmu penulisnya. Jadi, artikel seperti tulisan ilmiah yang penulisannya pakai kata baku, disertai kutipan lewat buku, jurnal, dll. Sifatnya ilmiah. Kalau esai mengajak pembaca merenung, maka artikel mengajak pembaca untuk memahami persoalan sembari membuka/menyingkapkan solusinya. Artikel identik dengan karya ilmiah. Sedangkan esai dan opini identik dengan tulisan-tulisan disurat kabar.

Struktur Esai

1. Pendahuluan (berisi Latarbelakang informasi, Pengantar tentang subyek yang akan dipandang penulis tersebut)
2. Tubuh Esai/Isi (menyajikan seluruh informasi tentangg subyek/pokok pembicaraan/pokok bahasan
3. Penutup/Simpulan (bagian akhir yang memberikan kesimpulan. Berisi simpulan esai, dan bisa ditambah dengan kalimat kutipan, dll).

Langkah-Langkah Membuat Esai

1. Menentukan tema/topik. Penting sebagai awalan.
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan dibahas. Ini yg sangat penting juga, karena outline akan menentukan arah tulisan kemana, dan tujuan yg hendak kita ingin sampaikan dalam esai terwujud apa enggak, misal kita ingin menulis soal dampak literasi sebagai wujud peningkatan kapasitas diri desa A, nah tujuan kita adalah kampanye literasi, dan nanti akan ada gerakan literasi di desa A. Nah dengan membuat outline kita dapat menulis garis besarnya ide-ide apa dari teman-teman mengenai tema dampak literasi itu, solusi apa yang teman-teman tawarkan dari gerakan literasi. Hal itu diuraikan poinipoin saja alias garis-garis besarnya saja sebagai panduan untuk dijelaskan lebih lanjut di bagian Isi.
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Memulai paragraf 1 yang sifatnya sebagai pendahuluan/latar belakang/alasan kita menulis esai tersebut.
5. Membuat dan memilah poin-poin untuk dijadikan tubuh esai. Ini penting untuk memudahkan kita dan biar tidak stagnan dalam menulis. Seteleha memilah poin-poin mana yg dijadikan di tubuh atau isi esai, lalu kembangkan poin-poin itu untuk bagian Isi Esainya.
6. Terakhir, menuliskan kesimpulan. Memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya.

Tips-Tips Membuat Esai

1. Ketahui tujuan penulisan dan sasaran pembacanya
2. Sebisa mungkin buatlah menarik perhatian pembaca
3. Buat garis besar/poin-poin besar ide-ide yang akan dibuat dan dikembangkan dalam isi.
4. Kembangkan poin-poin yang berada dalam kerangka tulisan esai.
5.Jika ingin menggunakan contoh-contoh dalam esai, pakailah contoh yang efektif (mendukung argumentasi dengan bukti-bukti yang meyakinkan, bisa lewat data-data (angka, deskripsi), mengutip melwat buku, jurnal, pernyataan para pakar, menguraikan kasus atau contoh yang terjadi dalam kehidupan nyata juga bisa.
6. Belajar memperkaya kosakata kita mengenai kata transisi; seperti memperbanyak kata penghubung (kata penghubung oleh sebab itu, yang digunakan sebagai penanda sebab-akibat, akan tetapi dan di sisi lain digunakan untuk peralihan pernyataan, sedangkan, selanjutnya, dalam kesempatan itu, dalam kesempatan ini, lebih jauh, sementara itu, dll)
7. Tulisan panjang bukan berarti isinya baik. Tulisan yang terarah lebih penting daripada panjangnya tulisan. 
8. Gunakan bahasa yang semua orang mengerti. Hindari kata-kata alay karena akan membingungkan pembaca.
9. Periksa lagi secara keseluruhan tulisan, guna menghindari kalimat yang salah, keliru
10. Tambahan: Rajinlah membaca dan mencoba untuk menulis


Pentingnya Sebuah Referensi

Hal ini kadang seringkali dilupakan oleh para penulis, bahkan cenderung apa adanya saja referensi. Padahal referensi bermanfaat untuk:
1. Mengetahui perkembangan ilmu
2. Menemukan Ide/gagasan baru
3. Memilih desain riset dan metode
4. Menghindari duplikasi dan plagiasi
5. Membandingkan dengan karya terdahulu
6. Meningkatkan kajian literatur/referensi

 Terdapat salah satu peserta yang menanyakan,”Apakah dalam penulisan essay boleh melampirkan teori-teori Ahli dan bagaimana cara mengembangkan opini dalam membuat essai?”

Boleh, karena teori adalah cermin realitas kita, teori adalah gambaran realitas/dunia maka teori disebut worldview. Adanya teori untuk membantu menjelaskan sebagian realitas, tidak seluruhnya realitas. Kita sedang menjelaskan alasan mengapa kita telat saya itu kita menandakan sedang berteori tentang telat. Jadi, melampirkan sedikit teori-teori ahli itu boleh, tapi harus diparafrasa ya, artinya digunakan bahasa kamu sendiri.
Lalu, cara mengembangkan opini kita dalam esai itu, kita harus memperkaya kosakata/diksi kita, lalu perbanyak kosataka kata perhubung seperti, "di sisi lain, selanjutnya, sementara itu, lebih lanjut, lebih jauh, kemudian, lalu,dan lain-lain agar tulisan semakin berkembang dan tidak stagnan. Tulisan dengan kata penghubung yang jelas akan membuat tulisan enak dibaca dan seperti air, mengalir ketika dibaca. Selain kosakata, kamu juga harus terus membaca, dengan pembacaan lewat buku dan membaca realitas disekelilingmu bisa lewat lingkungan sekitar, media, tv, koran, dll, maka dpt meningkatkan pengembangan opini kita. Coba bisa baca-baca esai di link berikut: https://ibtimes.id/category/indepth/essay/, dan beberapa di madrasahdigital.co untuk beberapa contoh esainya
Dalam memaparkan teorinya ada yang disebut kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Nah, kutipan langsung adalah kutipan yang langsung seluruhnya kalimat dikutip tanpa diubah. Selain itu ada kutipan tidak langsung yang artinya sebagian aja dikutip, dan dibahasakan oleh kita sendiri. Lalu yg mana yg dikutip? Yang umumnya kalau quotes biasanya kutipan langsung, yang lainnya selain quotes pakar bisa di bahasakan sendiri (kutipan tdk langsung).  

Semoga postingan ini dapat membantu kalian yang sedang mempelajari dalam menulis esai.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a comment

Populer